Cara Budidaya Strawberry dengan Sistem Hidroponik

Hidroponik merupakan tutorial menanam atau budidaya tanpa menggunakan media tanah yang tidak menyediakan unsur hara. Strawberry akan dilakukan penanam dengan sedikit cara vegetatif dengan menggunakan sulur alias stolon. Sulur merupakan batang khusus yang nantinya akan timbul dari ketiak daun. Sulur ini tumbuh sejajar dengan tanah dan membentuk sebuah tunas anakan disetiap ruasnya. Dan pada setiap buku tunas anakanya akan timbul akar serta tumbuh jadi tanaman yang baru. Dari setiap tanaman induknya bisa didapatkan sekitar 20 pohon untuk dapat dijadikan sebagai bibit. Jika bibitnya sudah tumbuh dan memiliki 4 hingga 5 gelai daun, maka dapat dipindahkan dalam bedengan dengan jarak tanam 15 x 15 cm. Namun sebelum akhirnya dipindahkan ada baiknya Anda seleksi bibitnya terlebih dahulu, yakni pilih bibit yang kuat dan sehat. Dan 2 bulan kemudian sulur sudah siap untuk dipindahkan ke kebun.

Budidaya Strawberry dengan Sistem Hidroponik
Budidaya Strawberry dengan Sistem Hidroponik

Budidaya strawberry dengan sistem hidroponik

Taaman Hidroponik Strawberry
Taaman Hidroponik Strawberry

Faktor yang paling penting sebelum mengaplikasikan penanaman dalam green house adalah sterilisasi green house. Sterilisasi ini bertujuan untuk membersihkan secara keseluruhan green house dari bakteri, larva, virus, dan fungi yang nantinya bisa membahayakan tanaman. Ada beberapa bahan yang dapat Anda gunakan dalam sterilisasi diantaranya, formalin, lysol, dan juga bebrapa tipe pestisida. Caranya, formalin 5 persen disemprotkan keseluruh tahap green house dengan konsentrasi 5 liter air. Kira-kira dalam kurun waktu 4 hingga 5 hari sesuai penyemprotan formalin bisa disusul dengan melakukan penyemprotan pestisida dan diulangi sampai 2 hingga 3 kali sehari, sebelum media tanam ditata, green house ini disemprot dengan larutan lysol dengan konsentrasi 3 hingga 5 liter air, serta instalasi bak desinfektan kaki supaya penyakit tidak dapat dibawah ke dalam green house.

Strawberry yang ditanam ke dalam ruangan tertutup ini dapat menggunakan edia rockwool atau arang sekam. Ini adalah batu gamping yang telah dicampurkan dengan serat benang, kemudian diolah pada suhu tinggi sekitar 600 derajat celcius. Arang sekam ini bisa berasal dari kulit padi yang telah dibakar. Kedua meda tanam tersebut digunakan untuk penanaman dengan sistem hidroponik. Umumnya arag sekam ini digunakan para petani untuk penanam strawberry yang tidak mengikat hara. So, dengan demikian nutrisi yang dibutuhan tanaman tersebut dapat dikontrol dan juga tidak merusak akar ketika tanaman akan dipindahkan.

Demikian tadi cara budidaya strawberry dengan sistem hidroponik yang bisa kami informasikan. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *